Taman Sari Jogja: Sejarah, Arsitektur, dan Spot Terbaik untuk Dikunjungi

Taman Sari Jogja

Taman Sari Jogja: Warisan Istana Air yang Memikat Setiap Pengunjung

Taman Sari Jogja selalu berhasil memikat wisatawan yang ingin mengenal sejarah Keraton Yogyakarta lebih dekat. Kompleks bersejarah ini menghadirkan perpaduan arsitektur Jawa dan Eropa yang tampil unik. Selain itu, suasananya yang tenang menjadikan tempat ini destinasi ideal untuk menikmati perjalanan budaya sekaligus berburu foto cantik.

Sejarah Taman Sari yang Menarik untuk Ditelusuri

Pada abad ke-18, Sultan Hamengkubuwono I membangun Taman Sari sebagai lokasi rekreasi dan meditasi. Ia menggandeng seorang arsitek berdarah Portugis bernama Demang Tegis untuk menciptakan desain yang berbeda dari bangunan keraton lainnya. Sejak itu, Taman Sari berkembang menjadi area penting bagi keluarga kerajaan, terutama untuk beristirahat dan melakukan kegiatan spiritual.

Selain menjadi tempat peristirahatan, kompleks ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan karena sebagian areanya terhubung melalui jalur bawah tanah. Dengan demikian, Taman Sari tidak hanya indah, tetapi juga sarat strategi.

Area Taman Sari yang Wajib Dikunjungi

  • Umbul Pasiraman: Umbul Pasiraman menjadi spot utama yang langsung menarik perhatian. Tiga kolam besar, bangunan bercat krem, serta jendela-jendela kecil menciptakan pemandangan yang begitu estetis. Banyak wisatawan berhenti cukup lama di area ini karena setiap sudutnya terasa fotogenik.
  • Gedhong Gapura Hageng: Saat memasuki kompleks, pengunjung akan melewati Gerbang Besar atau Gedhong Gapura Hageng. Pahatan sulur dan motif bunga membuat pintu gerbang ini tampak megah. Selain itu, gaya arsitekturnya menggambarkan karakter Keraton Yogyakarta yang penuh simbol makna.
  • Sumur Gumuling: Sumur Gumuling menawarkan pengalaman berbeda. Bangunannya berbentuk lingkaran, sementara tangga di tengahnya membentuk pola bintang lima. Cahaya dari atap langsung menyinari bagian tengah sehingga menghasilkan efek dramatis yang menarik perhatian para pemburu foto.
  • Lorong Bawah Tanah: Taman Sari memiliki lorong bawah tanah yang dahulu dipakai keluarga kerajaan sebagai jalur rahasia. Lorong ini menghubungkan beberapa titik penting dalam kompleks, sehingga pengunjung dapat merasakan nuansa misterius sekaligus historis saat melintasinya.

Kegiatan Seru Selama Berkunjung

Agar kunjungan terasa lebih lengkap, wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti:

  • Menjelajahi area untuk berburu foto artistik.
  • Mengikuti tur sejarah bersama pemandu lokal.
  • Menikmati kuliner tradisional di kampung sekitar.
  • Mengunjungi Kampung Taman yang dikenal sebagai pusat seni batik dan kerajinan.

Selain itu, Anda bisa menambah pengalaman dengan berinteraksi langsung dengan perajin lokal yang bekerja di area sekitar kompleks.

Tips Berkunjung ke Taman Sari

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pertimbangkan beberapa tips berikut:

  • Datang pada pagi hari agar bisa menikmati suasana yang lebih sejuk.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman karena area cukup luas.
  • Bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh.
  • Hormati aturan setempat demi menjaga kelestarian situs bersejarah ini.

Selain itu, pastikan Anda menyisakan waktu ekstra karena banyak spot menarik yang patut dieksplorasi.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *